BPBD Kabupaten Ngawi Gelar Apel Siaga Penanggulangan Karhutla Tahun 2026

Ngawi, 20 Agustus 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngawi melaksanakan Apel Siaga Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Ngawi Tahun 2026 pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sengon Hills, Kecamatan Jogorogo, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ngawi.
Apel siaga dipimpin oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, selaku pembina apel. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pemilihan Sengon Hills sebagai lokasi pelaksanaan apel bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya untuk membangun kesiapsiagaan yang lebih dekat dengan kondisi medan yang berpotensi menjadi lokasi bencana.
“Apel yang dilaksanakan di Sengon Hills, Jogorogo kali ini tidak hanya sekadar pemilihan lokasi simbolis. Tapi mendekatkan diri pada medan tugas, menyatukan frekuensi, dan mengingatkan kembali bahwa ancaman bencana itu nyata dan ada di sekitar kita,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Ngawi menekankan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta personel. Kesiapsiagaan juga harus didukung dengan strategi dan perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor, serta kemampuan setiap unsur dalam mengambil langkah cepat dan tepat ketika bencana terjadi.
“Kesiapsiagaan sejati tidak hanya diukur dari kesiapan alat serta personel, tetapi juga kematangan strategi dan perencanaan,” tegasnya.
Pelaksanaan apel siaga ini diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta unsur-unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana dan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ngawi.
Melalui apel siaga tersebut, BPBD Kabupaten Ngawi bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapan personel dan peralatan, serta membangun kewaspadaan bersama terhadap potensi Karhutla.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kesiapsiagaan, koordinasi, dan sinergi yang kuat, potensi risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ngawi diharapkan dapat ditekan, sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan dapat terus terjaga.